Jumat, 10 November 2017

🌿KEDAHSYATAN ATH THIBUN NABAWI🌿


🌿KEDAHSYATAN ATH THIBUN NABAWI🌿

Dewasa ini, dalam kehidupan yang semakin kompleks kita dihadapkan pada persoalan-persoalan yang semakin pelik, tak terkontrol, dan cenderung menciderai fithrah manusia. Terlebih di zaman yang penuh dengan tuntutan hidup yang tinggi. Gaya hidup yang semakin tidak terbendung dan terarah yang pada akhirnya menuju kepada kehidupan hedonis yang tak dibatasi oleh norma apapun termasuk nilai-nilai Islam.
Ini adalah fitnah kehidupan. Di mana manusia semakin tidak menyadari pentingnya upaya meningkatkan kualitas diri, baik kualitas keshalihan hidup (qalbun salim) maupun kualitas pemikiran (‘ilmu wal hikmah), yang termasuk di dalamnya kualitas kesehatan ruhiyah dan dhahiriyah di bawah keridhoan Allah swt.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw ketika berpesan kepada Ibnu Abbas:

“Ada dua kenikmatan yang manusia sering tertipu olehnya, yaitu nikmat sehat dan waktu yang luang.” (HR. Imam Bukhari)

Mengapa manusia tertipu ? Karena saat manusia dalam kondisi sehat dan lapang cenderung lalai dari mengingat Allah swt. Pola hidup bahkan pola makannya pun sudah tidak terkelola dengan baik. Manusia cenderung mengikuti hawa nafsu dengan semua daftar keinginannya yang tanpa sadar menzhalimi dirinya.
Padahal Rasulullah saw menegaskan betapa berharganya kesehatan dengan sabdanya:

“Barang siapa diantara kamu di pagi hari dalam kondisi aman pada diri dan keluarganya, sehat tubuhnya, memiliki makanan pada hari itu, maka seolah-olah diberikan dunia kepadanya.” (Hadits Hasan. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, No. 3340)
“Apabila engkau diberi kesehatan di dunia dan akherat, maka engkau telah beruntung.” (Hadits Hasan. Diriwayatkan oleh Ahmad, III/127)

Paradigma Thibbun Nabawi
Dunia pengobatan adalah masalah yang tak terlepas dari kehidupan manusia, karena Allah akan menguji manusia dengan kesenangan maupun kesusahan. Ketika tertimpa masalah dan penyakit Allah telah menjadikannya metode-Nya sebagai sarana memperoleh kesembuhan. Allah swt melalui Rasulullah saw telah memberikan keterangan dan metode pengobatan yang benar-benar dijamin kesembuhan dan keberkahan-Nya, yang kemudian kita kenal dengan konsep pengobatan nabawiyah (Ath Thibbun Nabawi), sebuah cara-cara pengobatan yang bersumber dari wahyu dan telah dipraktekkan Nabi saw ratusan tahun lalu.
Memang ketika bicara masalah ath thibbun nabawi tidak pernah terlepas dari figur Rasulullah saw yang mempunyai kualitas kesehatan yang luar biasa. Bayangkan selama Rasulullah saw hidup hanya beberapa kali sakit kecil dan sakit menjelang wafatnya. Bahkan ketika cahaya Allah swt bersinar di Madinatul Munawarah ada thabib/dokter yang sengaja didatangkan oleh Kaisar Mauquqis dari Mesir untuk menjadi dokter untuk Nabi saw dan para sahabatnya di Madinah. Setelah dua tahun bertugas sang thabib mengundurkan diri karena selama bertugas tidak pernah satu mendapatkan pasien. Inilah bukti betapa hebatnya kualitas kesehatan Nabi saw dan para sahabatnya saat itu.

Semua metode pengobatan, baik yang tradisional maupun modern dengan segala manfaatnya, sebenarnya bersumber dari ajaran para nabi Allah, semoga Allah melimpahkan sholawat dan salam kepada mereka semua. Maka, Thibbun Nabawi merupakan pengobatan yang paling bermanfaat dan efektif.Kita mengenal penyakit-penyakit seperti stroke, kanker, asma, hydrochephalus, liver, gout, radang amandel, radang selaput dada (pleuritis) dan berbagai penyakit lainnya; dan dalam resep-resepThibbun Nabawi kita peroleh informasi berharga seperti: habbatus saudâ’, bekam, madu, kay (pengobatan dengan besi panas), bubur talbinah, celak itsmid, kurma ajwah dan kam’ah, air, air zamzam, ruqyah, susu sapi, al uud al hindi, as sa’ut (gurah), pohon sana dan qiyâmul lail.
Suatu ketika ada seorang sahabat yang terluka dan banyak mengeluarkan banyak darah. Lalu Rasulullah saw memanggil dua orang dari Bani Anmar dan bertanya, “Siapa diantara kalian yang paling pandai dalam ilmu kedokteran ?” Salah seorang diantara mereka bertanya, “Apakah ilmu pengobatan itu ada manfaatnya, ya Rasulullah ?” Rasulullah saw menjawab, “(Allah) Dzat yang menurunkan penyakit telah pula menurunkan obatnya.” (HR. Malik dalam Al Muwaththa)

💌Sejak zaman Rasulullah saw sampai sekarang sudah banyak orang yang membuktikan keajaiban pengobatan Thibbun Nabawi.
Belum saatnyakah kita percaya dan beriman? Belum beranikah hari ini kita membuktikan keimanan kita ? Belum tibakah waktunya kita mengatakan kepada seruan Allah dan Rasul-Nya, “Kami mendengar dan kami taat”?Bukankah Allah berfirman:
“Wahai orang-orang beriman, sambutlah seruan Allah dan Rosul, ketika menyeru kalian kepada apa yang menghidupkan kalian. Dan ketahuilah sesungguhnya Allah menghalangi seseorang dari hatinya dan bahwa kepada-Nya kalian kelak dikumpulkan.” (Al-Anfâl: 24)
“…apa saja yang dibawa orang Rosul kepadamu, maka ambillah, dan apa saja yang dilarangnya, maka tinggalkanlah…” (Al-Hasyr: 7)
“…dan jika kalian taat kepadanya, niscaya kalian mendapat petunjuk…” (An-Nûr:54)
Kedahsyatan Thibbun Nabawi
Banyak orang tidak meyakini bahwa Thibbun Nabawi atau pengobatan ala Nabi mampu mengatasi penyakit-penyakit yang di kalangan medis modern diyakini sebagai penyakit-penyakit yang tak bisa disembuhkan.Mereka tidak bisa menalar, bagaimana seseorang yang mengalami stroke, tekanan darah tinggi, diabetes, dan jantung koroner dibekam, dikeluarkan darah dari permukaan kulitnya, lantas ia bisa memperoleh kesembuhan ?Bagaimana pula ruqyah, madu, habbatus sauda’, minyak zaitun, dan berbagai resep-resep pengobatan dalam Al-Quran dan As-Sunnah secara mencengangkan, cepat, mudah, dan murah, dengan izin Allah, menjadi sebab sembuhnya berbagai penyakit yang dianggap kronis dan degeneratif ?
Maka benarlah sabda Rasulullah saw:
“Allah adalah dokter. Engkau adalah sebatas orang yang merawat sakit. Sedangkan dokternya adalah yang menciptakannya.” (As-Shahihah, No. 1573)
Sudah banyak yang Allah swt sembuhkan dengan konsep pengobatan Nabawiyah ini. Sudah banyak yang merasakan betapa janji Allah swt itu benar.
Maha Benar Allah, yang telah berfirman:
“Akan Kami perlihatkan tanda-tanda kekuasaan kami di segenap cakrawala dan di dalam diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Quran itu benar.” (Fushshilat:63)
Inilah kedahsyatan at Thibbun Nabawi. Hanya orang-orang yang beriman dan dilhami dengan kesadaran tinggi yang mampu menerima tanpa reserve. Dan hanya orang-orang yang mempunyai penyakit hati yang akan menolaknya.
Wallahu 'alam bish shawaf.

Ahlan wa sahlan....
Met bergabung dalam barisan dakwah thibbun nabawi Internasional....

Salam Dahsyat Thibbun Nabawi....
Barakallahufikum

Melayani pemesanan herbal hpai online, yuk pindah ke herbal, sayangi tubuh anda, jaga kesehatan anda dan keluarga pemesanan herbal halal dalam dan luar negeri hubungi +85267015547 via whatsaap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar